Alan Turing, Tanpa Jasanya, kita tidak mengenal apa itu komputer

(FILES) This file handout picture released by Sherborne School on June 22, 2012 shows British mathematician Alan Turing at the school in Dorset, southwest England, aged 16 in 1928. Britain on December 24, 2013 granted a posthumous pardon to Alan Turing, the World War II code-breaking hero who committed suicide after he was convicted of the then crime of homosexuality. Turing is often hailed as a father of modern computing and he played a pivotal role in breaking Germany's "Enigma" code, an effort that some historians say brought an early end to World War II. AFP PHOTO / FILES / SHERBORNE SCHOOL RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT " AFP PHOTO / FILES / SHERBORNE SCHOOL " - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS -- BLACK AND WHITE PICTURESHERBORNE SCHOOL/AFP/Getty Images

ArdhanaryInstitute– Alan Mathison Turing atau yang lebih dikenal sebagai Alan Turing adalah seorang gay. Ia dilahirkan pada tanggal 23 Juni 1912 di Paddington, London dari pasangan Julius Mathison Turing dan Ethel Sara.

Turing melegenda berkat konsepnya yang dinamakan Turing Machine. Mesin ini menggunakan konsep algoritma dan pita data yang mampu berpikir (menghitung), membaca dan menulis. Berkat temuannya tersebut, Turing bersama beberapa ahli lainnya direkrut oleh militer Inggris untuk memecahkan sandi dalam mesin Enigma Code milik Jerman. Pada masa Perang Dunia II, mesin Enigma tidak hanya memuat kode perintah penyerangan dari markas Nazi yang saat itu dipimpin Adolf Hitler, tapi juga memuat lalu lintas laut dan udara armada Jerman. Karena itulah setiap hari kode yang dikirim oleh Enigma memuat kode yang berbeda, dan menjadi tugas Turing untuk memecahkan kode-kode tersebut. Turing berhasil meretas Enigma Code dengan ‘Bombe’. Bombe adalah sebuah mesin elektro mekanik pemecah kode dalam waktu singkat.(1)

Kemampuan Turing memecahkan kode Enigma tidak hanya berhasil mempersingkat Perang Dunia II, namun juga menyelamatkan ratusan ribu nyawa manusia. Di era kekinian, mesin Turing dan Bombe diyakini sebagai dasar kognisi hardware komputer. Mengutip sejarawan Sir Harry Hinsley, Philbin mengatakan, jika Enigma tak dipecahkan, invasi Sekutu ke Eropa terjadi 1946 atau 1947 bukan 6 Juni 1944. Tanpa Enigma dipecahkan, Amerika mungkin menyapu Jerman dengan bom atom. Tanpa Enigma dipecahkan, upaya Jerman mengembangkan rudal senjata kimia atau biologis untuk menyerang Inggris akan berhasil.

Namun kontribusi Turing dalam Perang Dunia II tidak serta merta membuat dirinya dikukuhkan sebagai pahlawan. Pada era viktorian, homoseksualitas merupakan hal terlarang (ilegal) di Inggris. Setelah orientasi seksualnya diketahui oleh publik, Turing kehilangan pekerjaan dan ditangkap aparat. Ia dihadapkan hanya pada punya dua pilihan, dipenjara atau bersedia menjalani terapi hormon guna menyesuaikan kondisinya yang dianggap memiliki kelainan. Demi menghindari hukuman penjara, Turing terpaksa memilih pilihan yang kedua yaitu terapi hormon. Satu tahun kemudian pada tanggal 7 Juni 1954, Turing memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri, ia mengoles apel dengan racun sianida kemudian menyantapnya.

Enam puluh tahun setelah kematiannya (2013), pemerintah Inggris melalui ratu Elizabeth II memulihkan nama Turing dengan memaafkan orientasi seksualnya. “Memaafkan’ karena sebagai gay, ia tidak pernah menyakiti justru menyelamatkan nyawa orang lain. Tanpa jasa Turing, mungkin korban Perang Dunia II jauh lebih banyak. Tanpa jasa Turing, mungkin kita tidak mengenal apa itu komputer, mungkin kita juga tidak mengenal pelayanan komputerisasi. Hingga saat ini, Alan Turing dikenal sebagai bapaknya ilmu komputer. (Lily S)

Catatan:

(1) Beberapa pendapat mengatakan untuk memecahkan kode Enigma, Turing menciptakan Colossus. Namun pendapat ini dibantah oleh pemikir lainnya dengan menyebutkan Colossus diciptakan Thomas H. Flowers bukan oleh Alan Turing. Turing hanya terinspirasi pada konsep Colossus, dari inspirasi itulah ia menciptakan Bombe.

Referensi:

  1. Rikiy HudaMaulana, The Imitation Game, Alan Turing dan Penemuan Komputer, http://rikiyhm.web.unej.ac.id/2015/…
  2. Ike Agestu/Reuter, CNN Indonesia, Buku Catatan Penemu Komputer terjual Satu Juta Dollar, www.techrepublic.com/blog/european-…
  3. Nick Health, Britain’s World War II codebreakers tell their story, http://www.techrepublic.com/blog/eu…