Workshop Penyusunan Kerangka Panduan Implementasi Meaningful Youth Participation and Youth-Adult Partnership (MYP-YAP) dalam Organisasi.

Foto Workshop MYP YAP 1

 

ArdhanaryInstitute– Partisipasi orang muda yang bermakna atau biasa disebut dengan Meaningful Youth Participation (MYP) ialah dilibatkannya orang muda untuk berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan disetiap level organisasi yang terkait dengan program orang muda. Sedangkan kemitraan orang muda dan orang dewasa yang disebut Youth Adult Partnership (YAP) merupakan bentuk kemitraan yang dibangun antara orang muda dengan orang dewasa dalam penyusunan program, pengambilan keputusan hingga monitoring dan evaluasi.

MYP – YAP merupakan komponen erat dalam organisasi untuk melihat sejauh mana peran orang muda dan kerjasama orang muda dengan orang dewasa tercapai dengan menanamkan nilai kesetaraan, saling menghargai dan menghormati.

Untuk melihat sejauh mana organisasi anggota Aliansi Satu Visi (ASV) untuk Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) remaja mengimplementasikan MYP dan YAP, Ardhanary Institute pada 9 Mei 2017 mengadakan kegiatan workshop bertema “Penyusunan Kerangka Panduan Implementasi Meaningful Youth Participation and Youth Adult Partnership dalam Organisasi” atas dukungan Rutgers WPF Indonesia melalui program Get Up Speak Out (GUSO).

Kegiatan ini dihadiri oleh 11 organisasi yaitu, Ardhanary Institute, Aliansi Remaja Independen, Centra Mitra Muda, GWL INA, PKBI DKI, Pelangi Mahardhika, Persatuan Priawan Indonesia, Palang Merah Indonesia, Suara Kita, Youth ASV, dan Yayasan Pelita Ilmu. Dari seluruh organisasi yang terlibat, 8 diantaranya ialah anggota ASV yang mengimplementasikan MYP YAP di dalam organisasinya, sedangkan 3 lainnya adalah organisasi LGBT.

Sesuai dengan tema workshop, peserta yang hadir merupakan representasi anak muda dan orang dewasa. Mereka dapat bersama-sama saling berdiskusi untuk menyusun kerangka panduan MYP – YAP serta dapat berkontribusi untuk mengembangkan materi hasil dari pertemuan Focus Group Discussion (FGD) sebelumnya. Melalui workshop tersebut, Ardhanary Institute selaku penyelenggara sekaligus fasilitator kegiatan menekankan bahwa siapapun pesertanya mempunyai hak berpendapat yang sama untuk menuangkan ide pemikirannya sehingga tidak ada kesenjangan berbasiskan usia dan gender.

Diskusi yang berlangsung selama lima jam menghasilkan draft panduan MYP – YAP dan masukan peserta terkait materi substansi. Menurut Puspa dari Aliansi Remaja Independen menuturkan bahwa pelibatan anak muda dalam organisasi itu penting sebagai proses regenerasi. “Pentingnya peer support supaya ada transfer pengetahuan dan saling menguatkan, masukkan juga poin regenerasi dan peran tanggungjawab organisasi. MYP – YAP itu jadi kewajiban karena organisasi perlu memastikan regenerasi” jelasnya.

Sedangkan bagi organisasi LGBT yang belum familiar dengan istilah MYP – YAP merasa bahwa selama ini mereka sudah melakukan proses penguatan kapasitas kepada anak muda dengan batas usia 18 tahun, bahkan mereka sudah melibatkan anak muda dalam kepengurusan. Namun mereka memahami bahwa belum ada panduan sebagai pegangan organisasi sehingga kegiatan yang diselenggaran oleh AI mendapat sambutan yang baik karena selain menambah pengetahuan mereka, panduan tersebut juga dapat diimplementasikan dan disesuaikan di organisasi mereka masing-masing. (Ino)